Have u ever wanted runaway? Far away from here, and only scream out loud that u wanna do.
Maret 2011.
Saat itu, rasanya aku hanya ingin melupakan semuanya. Membuang sejauh-jauhnya. Rasa yang tak menentu, rasa yang seharusnya tak perlu. Ketika semuanya seperti jauh dari apa yang kau inginkan, jauh dari apa yang kau harapkan, dan ketika tak seorangpun ada tuk bisa mendengarkan.
Jenuh. Sudah pasti saat itu jenuh adalah alasannya. Semua yang terjadi akhir2 itu, ditambah dengan rutinitas yang tak kunjung berakhir. Rutinitas yang menuntut tampil dan bekerja sebaik mungkin, kapanpun, setiap jam, setiap hari, setiap waktu..karena pasien tak akan perduli apapun suasana hatimu saat itu. Mendapat pelayanan terbaik dan kesembuhan secepat mungkin,hanya itu yang mereka inginkan, i’m sure.
Oke, dan satu-satunya yang kuinginkan saat itu hanyalah pergi. Outside this box. Pergi dari pandangan jas putih yang berseliweran di setiap mata memandang, jauh dari berpuluh-puluh pasien dengan berjutaaaaaa keluhan. Tidak hanya tuntutan untuk mendengarkan keluhan mengenai permasalahan kesehatan mereka, tapi juga permasalahan keluarga, keuangan,bahkan masalah asmara. Oh,God. Ijinkan saya saat ini saja memikirkan permasalahan diri sendiri (pikiranku waktu itu). Ingin rasanya jauh dari segala keribetan dan keruwetan rumah sakit yang tak pernah ada habisnya. Jauh dari perasaan tegang, stress, terburu-buru dan lainnyaa. Semua perasaan kepenatan saat itu seakan-akan sudah siap meledak jika tak segera dipadamkan.
I feel stuck with my own life. Stuck dengan rutinitasku sendiri, rasanya seperti aku tak punya kehidupan di luar tembok rumahsakit. Egois memang, mengeluh mengenai rutinitas ini, mengingat melayani pasien dengan sepenuh hati akan menjadi tugas sepanjang hidupku nantinya. >,< Tapi memang yang aku butuhkan saat itu hanyalah merefresh raga serta hati ini…
Libur 1 minggu setelah stase anak. Luar biasa gembira rasanya. Libur terpanjang sepanjang sejarah perkoasanku waktu itu setelah hampir 1 tahun lamanya. Baiklah,maka sebaiknya kemanakah aku harus membuang semua rasa ini? Berharap bisa ke suatu tempat nun jauh, dengan segala keheningannya, dengan suasana berbeda..
Dan beberapa hari kemudian.. Saya sudah disana. Sulawesi Tengah.
1 Minggu lebih disana ternyata mampu untuk menghilangkan segala rasa jenuhku saat itu. Melewati dan menikmati hari dengan suasana yang jauuuuuhh berbeda, tak lagi berada ditengah-tengah kesibukan rumah sakit, ternyata memang hanya itu yang aku butuhkan. Hanya ada bukit, teluk, pantai serta pelangi yang kerap muncul di sore hari.
Saat itu hati ini merasa sangat bosan dengan hidupku sendiri, merasa bahwa aku hanya berjalan ditempat saja, bahkan terkadang merasa kenapa aku sulit mencapai tujuanku sendiri.. Dan memang, aku hanya butuh waktu. Mengintropeksi segala hal yang telah berlalu, mengambil hikmah dari semua pelajaran itu, ikhlas, serta mencoba untuk kuat dan bangkit kembali, and never look back again.
Keindahan alam yang masih begitu alami disana, hamparan pantai di sepanjang perjalanan, laut yang membentang luas, seakan berkata bahwa kisahmu tak akan berhenti begitu saja, Allah masih menawarkan sejuta harapan dan mimpi untuk kau raih. Jangan pernah berfikir sempit, karena kuasa-Nya tak akan ada habisnya. Menikmati dan mensyukuri dengan apa yang telah Ia limpahkan padaku selama ini. =)
2 Minggu berlalu and i feel much better than before. Hanya dengan melewati dan menikmati hari yang tidak seperti biasanya, semuanya bisa terobati. Karena terkadang kita hanya butuh waktu untuk sendiri serta lepas sejenak dari semuanya. ^^
Dan ini beberapa tempat indah yang kukunjungi sepanjang waktu itu:



