Sebenarnya agak telat kalau baru nulis postingan ini sekarang. But it doesn’t matter. =)
Jadi beberapa minggu lalu, aku iseng ikut kegiatan teman yang tergabung dari suatu organisasi. yaitu Komunitas Jendela. Tepatnya di shelter (hunian sementara) para korban letusan gunung merapi setahun lalu, di daerah Gondang, Kaliurang.
Dengan berfokus pada pendidikan anak, organisasi ini telah membangun sebuah perpustakaan disana, dan secara rutin melakukan aktivitas bersama anak-anak agar mereka tetap gemar membaca dan berkreativitas. Dan suatu pagi itu, aku berkesempatan berbagi dengan mereka semua. =)) Seneng bgt, karena kyknya udah lama bgt ga beraktivitas sama anak2 dan kangen sekali rasanyaa…^^
Another Story. Perkampungan ledhok timoho yang sebenarnya tak jauh dari pusat kota Jogja, sebuah kawasan pemukiman penduduk pinggir kali Gadjah Wong, dengan rumah-rumah gedhegnya..(hmm..bhs indonya apa ya, rumah bambu kah? smoga benar), dengan pekerjaan kebanyakan warganya sebagai pemulung.
Saat itu Ramadhan 2011, teman2 angkatan saya berinisiatif untuk mengadakan buka bersama yang dibuka dengan bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan untuk warga yang ada disana. Sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan bernama KOPI (Komunitas Peduli Indonesia), secara rutin memberikan pendidikan baca alqur’an dan pelajaran pada umumnya kepada anak-anak yang ada disana. Tak ingin berhenti hanya ketika Ramadhan saja, seorang teman tergerak untuk ikut serta meningkatkan pendidikan terutama dibidang kesehatan utk warga dan juga anak2, berkolaborasi dengan tmn2 KOPI. Akhirnya di setiap hari minggu, diadakan kegiatan dokcil untuk anak-anak diasna, diantaranya pemberian materi ttg p3k, kesehatan diri, ataupun kesehatan lingkungan. Ohya, kemaren sempat juga ngajar pelajaran sekolah ke mereka. Menyenangkan sekali ! ^.^
Anak-anak selalu mengajarkanku ttg banyak hal. Tentang kebahagiaan, kegembiraan, ketulusan ataupun kasih sayang, yang terkadang, kita, sebagai orang dewasa justru sering terlupa ttg hal itu. Mereka bermain seperti tak ada beban, terlihat bahagia dan gembira, dimanapun, dengan kondisi apapun. Mereka selalu berkata apa adanya, jujur serta lugu, atau bahkan lucu..=P. Sementara orang dewasa, masih saja selalu mencari sebuah kebahagiaan. Bukankah kebahagiaan tak perlu dicari? Dia sebenarnya hanya berada di dalam hati kita sendiri. Karena sudah seharusnya kita selalu bahagia, bahagia dengan apa yang sudah kita punya, apa yang sudah kita capai, bagaimanapun keadaannya, sebagai bentuk syukur untuk-Nya. Seperti anak-anak, yang selalu bahagia dengan apa yang sedang ia lakukan, bahagia yang sebenar-benarnya. =)
Anak-anak juga mengingatkanku akan banyak cerita. Dengan berbagai latar belakang dan kondisi yang berbeda. Ketika masa S1 dulu, saat menjadi volunteer di Ruang Bermain INSKA Sardjito (Baca di postingan “When that smile has gone”). Ataupun ketika masa koas yang banyak menyaksikan, menghadapi serta berperan dengan banyak anak dengan berbagai sakit yang diderita. Dan aku yakin, di luar sana, masih banyak berjuta anak yang tidak seberuntung kita. Membuatku tersadar bahwa ada banyak berjuta alasan yang mengharuskan kita untuk bersyukur. ^^
Setelah kuingat-ingat, memang sebagian besar aktivitas di masa perkuliahan tak jauh dari seputar dunia anak. Tempatku belajar memahami dan menghadapi anak-anak. =))
Berinteraksi dengan anak-anak, selalu kebahagiaan yang kudapat. Tantangan sekaligus hiburan untukku =). Suatu hari nanti, jika memang ada jalan, ingin sekali rasanya melakukan sesuatu yang lebih besar untuk mereka.. Karena sebenarnya masih banyak hal kecil yang bisa kita lakukan, yang bisa kita bagi untuk teman-teman kecil kita =))






